Makassar, 21 September 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Makassar terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui Rapat Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Hasil Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025/2026, yang dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi STIK Makassar untuk memastikan berbagai temuan, rekomendasi, dan peluang peningkatan yang dihasilkan melalui pelaksanaan AMI dapat ditindaklanjuti secara konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Rapat dibuka oleh Ketua STIK Makassar, Esse Puji Pawenrusi, SKM., M.Kes. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa AMI harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Hasil AMI jangan berhenti sebagai temuan dan dokumen evaluasi. Yang paling penting adalah bagaimana hasil tersebut kita tindak lanjuti menjadi perbaikan nyata dan peningkatan mutu di setiap program studi dan unit kerja.” Esse Puji Pawenrusi, SKM., M.Kes., Ketua STIK Makassar
Ketua STIK Makassar juga mendorong seluruh program studi dan unit kerja untuk memiliki komitmen yang sama dalam menyelesaikan setiap rekomendasi hasil audit. Menurutnya, keberhasilan implementasi SPMI membutuhkan keterlibatan seluruh unsur institusi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab Lembaga Penjaminan Mutu.
“Budaya mutu harus menjadi tanggung jawab bersama. Setiap unit perlu memahami temuan AMI, menyusun langkah perbaikan yang jelas, menetapkan target, dan memastikan tindak lanjutnya dapat dipantau sampai selesai.” Esse Puji Pawenrusi, SKM., M.Kes.
Pada kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIK Makassar, Dr. Sc. Basri, SKM., M.Kes., memaparkan hasil pelaksanaan AMI Tahun Akademik 2025/2026 beserta temuan dan rekomendasi yang perlu mendapatkan perhatian dari program studi dan unit kerja.
Pemaparan juga diarahkan pada penyusunan langkah-langkah tindak lanjut yang meliputi identifikasi permasalahan, tindakan korektif, penanggung jawab, target waktu penyelesaian, serta mekanisme monitoring dan evaluasi.
Rapat dihadiri oleh para Wakil Ketua STIK Makassar, perwakilan program studi, serta perwakilan unit kerja di lingkungan STIK Makassar. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesepahaman dan komitmen bersama terhadap pelaksanaan tindak lanjut hasil AMI. Pembahasan rapat difokuskan pada pemetaan temuan, penentuan prioritas perbaikan, penyusunan rencana tindakan, penetapan penanggung jawab, target penyelesaian, serta mekanisme monitoring dan evaluasi.
Melalui kegiatan ini, STIK Makassar menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil AMI sebagai dasar perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi penjaminan mutu. Rapat penyusunan RTL ini sekaligus menjadi langkah konkret STIK Makassar dalam memperkuat implementasi SPMI dan membangun budaya mutu yang melibatkan seluruh unsur institusi. Dari temuan menuju perbaikan, dari perbaikan menuju peningkatan mutu. STIK Makassar terus bergerak membangun budaya mutu secara berkelanjutan.