Makassar, 24 September 2026 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Makassar menggelar Rapat Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 24 September 2026. Mengusung tema “Akselerasi SPMI Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen STIK Makassar untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan, meningkatkan kinerja institusi, serta memastikan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) memberikan dampak nyata bagi seluruh sivitas akademika.
Rapat kerja dibuka secara langsung oleh Ketua STIK Makassar, Esse Puji Pawenrusi, SKM., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kinerja LPM yang selama ini telah berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan penjaminan mutu di lingkungan STIK Makassar.
Ketua STIK Makassar menegaskan bahwa keberadaan LPM memiliki posisi strategis dalam memastikan sistem penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi mampu mendorong perbaikan dan peningkatan kinerja secara nyata.
“Kami mengapresiasi kinerja LPM yang terus mengawal mutu di STIK Makassar. Ke depan, LPM diharapkan semakin aktif dalam memastikan pelaksanaan standar berjalan dengan baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas institusi,” ujar Esse Puji Pawenrusi, SKM., M.Kes.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIK Makassar juga mendorong LPM untuk mulai melakukan digitalisasi sistem penjaminan mutu. Digitalisasi dipandang penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data, dokumen mutu, monitoring capaian standar, evaluasi, hingga tindak lanjut hasil evaluasi.
Tema “Akselerasi SPMI Berdampak” menjadi pesan utama dalam pelaksanaan rapat kerja LPM. Implementasi SPMI diarahkan tidak hanya untuk memenuhi standar dan menghasilkan dokumen, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong perubahan dan peningkatan kinerja institusi. LPM STIK Makassar berkomitmen untuk memperkuat implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara konsisten dan berkelanjutan.
Melalui rapat kerja ini, LPM STIK Makassar menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dari penjaminan mutu berbasis dokumen menuju penjaminan mutu yang berbasis kinerja dan berdampak.
Kolaborasi antara pimpinan, LPM, program studi, biro, dan seluruh unit kerja menjadi kunci dalam memastikan standar yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan dan memberikan hasil yang dapat diukur.
Akselerasi SPMI Berdampak diharapkan menjadi semangat bersama untuk menjadikan mutu sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif supaya STIK Makassar terus melangkah menuju institusi yang terkemuka, inovatif, dan unggul dengan budaya mutu yang semakin kuat dan berkelanjutan.